Kenali Tujuh Seni Memotivasi Anak Secara Efektif Tanpa Membandingkan

Mengawali perjalanan tahun 2026, civitas akademika SMP Al Furqan MQ bersama Wali Santri, terus menjalin komitmen dan merajut sinergi untuk meningkatkan mutu pembelajaran di segala lini. Melalui kegiatan sosialisasi kriteria kenaikan kelas dan kelulusan sekolah, yang dilanjutkan dengan parenting via Zoom Meeting bertajuk Dukungan Psikologis Orangtua: Seni Memotivasi Anak Tanpa Membandingkan pada Ahad 11 Januari 2026 lalu, Wali Santri tidak hanya mendapat informasi kriteria kenaikan kelas dan kelulusan sekolah yang normatif secara administratif.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Wakil Kepala SMP Al Furqan MQ Bidang Kurikulum, Bapak Faujan Khabibi, S.Pd. bahwa kriteria tersebut meliputi penuntasan nilai akademik selama pembelajaran semester ganjil dan genap. Termasuk nilai minimal baik di semua mata pelajaran yang telah diintegrasikan.

“Tak terkecuali target untuk hafalan. Sesuai dengan hasil pemetaan dewan guru yang awalnya 10 juz setiap fase pembelajaran. Kemudian kita breakdown menjadi selama 6 semester. Dalam tempo waktu semester ini, setiap semester target yang mesti dicapai akan ditingkatkan sesuai dengan kriteria penilai dan fase semesternya. Misalnya di semester ganjil kelas 7, targetnya adalah tahsin atau perbaikan bacaan yang sesuai dengan standar Pondok Pesantren Madrasatul Quran Tebuireng. Lalu semester berikutnya adalah Juz 30 dalam lima bulan,” beber Bapak Faujan Khabibi.

Usai dibuka dengan penyampaian informasi kriteria kenaikan kelas dan kelulusan sekolah, acara inti pun dimulai. Guru Besar Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Mushlihati, S.Ag., M.Pd. mengawali materi parenting dengan refleksi perihal latar belakang Orangtua yang memondokkan putra-putrinya. Dari awal latar belakang ini yang menentukan bagaimana motivasi belajar pada anak akan berjalan.

“Karena tumbuh kembang anak, juga sangat dipengaruhi lingkungan belajarnya. Oleh karenanya, penting bagi Orangtua untuk selalu membangun komunikasi dengan anak. Misalnya tentang idola atau aktivitas belajarnya. Di sini guru juga bisa berperan sebagai idola anak untuk membuka komunikasi lebih intens,” terang perempuan yang akrab disapa Prof Mushlihati ini.

Tak lupa, Prof Mushlihati juga menyampaikan peran Orangtua yang tak boleh dilupakan dalam mendukung tumbuh kembang anak dalam proses belajarnya. Mulai jadi role model utama bagi anak, guru, pendukung utama, sampai pengingat kebiasaan positif yang dibangun di rumah maupun di sekolah.

“Melalui peran tersebut, kemudian yang perlu diterapkan ke anak adalah tujuh kunci memotivasi anak tanpa membandingkan. Ini bisa dimulai dengan komunikasi, menginspirasi agar target belajar bisa tercapai, memberi dukungan, mendengarkan pengalaman belajarnya, mengingatkan kebiasaan baik, mengapresasi langkah-langkah dan capaian belajarnya, dan yang terakhir jika membuat perbandingan, maka bapak ibu sekalian bisa membuat perbandingan yang telah dicapai anak dari masa lalunya. Melalui tujuh kunci motivasi ini, diharapkan anak bisa tercapai capaian belajar dan terbentuk karakter mulianya,” tandas Prof Mushlihati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Sekolah Lainnya

Pengumuman

Selamat Atas Sukesnya Pemilihan ...
Telah Terbit Buku Menjaring Masa...

Prestasi

Juara II Nasional Stor...
Juara 3 Banjari ISCO S...

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman